pengen ngopas atau ngutip isi blog ini??? izin dulu kam bray ke razakiko@yahoo.com biar makin ganteng hehe :)

Jiwaku yang Mentah, dimasak ala Antro

Jiwaku yang Mentah, dimasak ala Antro

Boro-boro ngomong soal cinta, teman pun aku tak punya
Semua seperti menjauh
Entah aku atau mereka
Ya karna aku orang yang membosankan
Kataku tak pernah didengar
Karna aku baru pandai berteman
Mencoba untuk membuka diri namun masih gagal
Menyelinap masuk ke dalam hati-hati individu
Tapi lihat mereka hanya memanfaatkanku
Aku ikhlas dan merasa berguna kalau orang lain membutuhkanku
Mungkin ini langkah awal untuk merajut jejaring pertemanan
“Antropolog itu orangnya harus ramah”, ayahku berkata
“Lihat nak antropolog itu bisa hidup dalam segala jenis masyarakat”, sambung ibuku
Begitulah komentar mereka saat menonton tv bersamaku di ruang tengah kediaman kami
Wajahku mulai merah padam
Bukan bukan karna maluku
Ada sedikit rasa bangga di sini
Potret yang membuatku bisa berkaca
Aku dalam antropologi belum apa-apa
Bahkan aku terbilang tidak ramah dan mudah beradaptasi seperti ayah, ibu dan dosen-dosenku bilang sela ini
2009, 2010, 2011, 2012
Tahun-tahun perkuliahanku terus berjalan
Prestasiku bukanlah apa-apa
Proses pembelajaran membentuk jiwa seorang antropolog itu yang penting
Bagaimana kita bisa memahami diri kita dan orang lain
Sejauh ini aku masih berusaha untuk mengikuti ritmenya
Perlahan namun pasti kumulai gerakkan hati, fikiran dan badan
Berubah perlahan meski baru nol koma sekian




0 komentar:

Posting Komentar