pengen ngopas atau ngutip isi blog ini??? izin dulu kam bray ke razakiko@yahoo.com biar makin ganteng hehe :)

uang, jembatan aku dan keluargaku


Lihat betapa kurang ajarnya diri ini
memberi dan menanya kabar pun tidak
palingan hanya berkirim sms sekali sebulan mengucapkan terimakasih dan transferannya sudah diterima
tak seperti awal-awal perkuliahan dulu
saat masih putih yang mencoba untuk merah, hitam dan lain sebagainya
kala itu hampir setiap hari komunikasi kami terjalin
paling tidak menanyakan apakah sudah makan dan basa-basi kekhawatiran
skarang mungkin rasa khawatir telah sedikit berkurang
ya waktulah yang menempah semuanya
saat-saat masih lemah dan selalu rindu pulang
mengadu pada langit-langit kamar dan bantal yang lembab
perlahan tapi pasti kutemukan hidupku di sini
tak pernah terfikirkan dalam benakku jika suatu saat mereka tidak dapat lagi mengirimkan rupiah untukku di rantau ini
hamburkan saja dan nikmati masa mudamu
entah kemana bekas-bekas rupiah itu kubuat
pernah kucoba hitung sudah berapa rupiah uang mereka yang kuhabiskan demi perkuliahan ini
angka yang fantastis kalau difirkan
tapi mereka tak pernah mempermasalahkannya
menurut mereka ada saja rejeki yang Tuhan berikan kepada putra putrinya
hmmm entah bagaimana aku bisa menggantinya
mungkin langkahnya adalah giat belajar hingga cepat jadi sarjana

2 komentar:

  1. Gilina mengatakan...

    ingat emak di kampuang bang kiko!!!

  2. hahahahah sapa bilang emakku di kampung dek . . .

    yg di kampung mah oppung kami . . .

Posting Komentar